+ -

Pages

Senin, 31 Januari 2011

Aku tau..

satu jam sudah kita saling berdiam diri. Bertatap muka tanpa bicara, saling pandang. Berharap kau dan aku dapat temukan lagi rasa yang sempat hilang terhapus jarak. Kini aku dapat melihat lagi dengan jelas warna bola matamu yang coklat namun tegas itu, yang dulu sering kau gunakan untuk meredam amarahku. Rambutmu juga mulai panjang sekarang. Ingat tidak dulu aku sering memarahimu karena kau tidak mau memotong rambutmu, padahal disekolah kau sering sekali ditegur guru karena rambut panjangmu itu. 

Wajahmu dulu banyak sekali jerawatnya, kau selalu berteriak kesakitan apabila aku membersihkan wajahmu dengan krim kepunyaanku. Kau meringis kesakitan, lalu merutuk manja padaku. Aku hanya tertawa kecil menanggapinya. Dan senyummu, senyummu itu selalu bisa membuat pikiranku tenang, sejenak aku dapat menghilangkan semua lelah yang aku rasakan.


Ingin sekali aku bicara, mengeluarkan suara. Namun lidahku kelu, membuka mulut saja aku tak mampu. Tercekat. Mataku panas, tapi airmata tak hendak keluar. Menggantung dipelupuk mata, tenggorokanku sakit. Aku mengambil nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan. Kau masih diam.

 Aku tak tahu, apakah sama yang kita pikirkan saat ini? Tatapanmu dalam, sesekali kau membuang pandangan, mengambil nafas dan mengeluarkannya, kemudian kembali menatapku. Aku tahu kau hendak mengatakan sesuatu tapi kau ragu, dan aku menunggunya. Aku sama sekali tak berharap kalimat yang akan kau ucapkan itu adalah kalimat selamat tinggal, karena aku masih ingin disini lebih lama lagi denganmu. Walaupun hanya berdiam saja. Aku tahu mata kita berbicara..
5 Catatan...: Aku tau.. satu jam sudah kita saling berdiam diri. Bertatap muka tanpa bicara, saling pandang. Berharap kau dan aku dapat temukan lagi rasa yang semp...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

< >