+ -

Pages

Kamis, 29 September 2011

#58 apa kabarmu sayang?

ini malam ke 58 saya ditinggal adik saya, merindu sekali rasanya tidak bisa melihat dan mendengar lagi tawa riangnya.



kenapa saya terlalu sering terjerat dengan pikiran pikiran saya sendiri, membuat saya terpuruk dan susah untuk bangkit kembali. terlalu banyak mimpi mimpi yang saya dan adik saya bangun bersama untuk kebaikan kami berdua. bahkan saya sudah berjanji untuk memberikan kebahagian yang tidak bisa ia dapatkan selama ini. saya ingin ia hidup normal, seperti adik adik teman saya. saya ingin sekali cepat cepat bekerja, kemudian membawanya tinggal bersama saya, mecukupi semua kebutuhannya termasuk kasih sayang yang sangat minim ia dapatkan selama ini. saya ingin membawanya pergi jauh dari semua orang yang mencelanya, menyakitinya. tapi saya gagal...

banyak yang bilang, anak dari keluarga broken kebanyakan akan susah melanjutkan hidupnya secara normal kembali. yaaa, saya tau dan saya percaya itu. tidak mudah untuk membuat semuanya normal kembali. begitu juga orang tua. orang tua juga manusia, mereka juga butuh proses untuk mengembalikan hati mereka yang luka untuk kemudian fokus kembali ke kehidupan nyata, saya cinta ayah saya, saya tau seberapa susahnya untuk beliau meenghilangkan trauma untuk berumah tangga lagi. ayah saya terlalu mencintai istrinya, ibu saya. sama seperti saya, saya juga mencintai ibu saya, sulit bagi ibu saya untuk menerima kenyataan bahwa karna perpisahan ini, beliau tidak bisa bertemu saya dan adik saya. banyak waktu yang kami lewatkan dengan sia sia. yang harusnya bisa bermakna, bisa dinikmati, yang bisa membuat adik saya bahagia.

saya terlalu mencintai adik saya, ia saudara laki laki saya yang sangat sangat menyayangi saya walaupun terkadang saya sering mengacuhkannya. ia selalu melindungi saya, semampunya. walaupun sampai kami terpisah, ia tetap menemui saya, melepas rindu walau hanya sebentar dan kemudian pulang lagi kerumahnya. sampai sekarang pun walau kita sudah tinggal di alam yang berbeda, ia masih sering menemui saya, didalam mimpi. ia masih ceria seperti biasa, masih bisa bermain bola, masih bisa tertawa dan itu terasa nyata. saya rindu, saya pengen peluk..

saya cinta keluarga kecil saya.
Ayah
Ibu
Saya
Adik
....yang sedari dulu hidup dihati saya, mereka damai didalam sini. keluarga kecil saya tetap ada, tetap eksis dihati saya. walaupun dikehidupan nyata, itu tidak mungkin lagi saya dapatkan :')
5 Catatan...: #58 apa kabarmu sayang? ini malam ke 58 saya ditinggal adik saya, merindu sekali rasanya tidak bisa melihat dan mendengar lagi tawa riangnya. kenapa saya t...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

< >