+ -

Pages

Minggu, 20 November 2011

Tribun Jambi, Belajar lewat Youtube.


TAS itu berbentuk kotak dan tampak berkonstruksi kukuh. Minggu (13/11) siang, benda berwarna hitam tersebut dibawa sang pemilik, Dini Ayu Lestari, ke markas UKM Cinema Unja di Jalan A Thalib, Pematang Sulur. Selama berada di dalam ruko dua lantai di sebelah Kantor Pelayanan Pajak Jambi itu, tas tersebut tak pernah berada jauh dari Dini.


Berhubung ketika itu Cinema Radio, stasiun radio online yang beroperasi sejak Maret 2011 lalu dan merupakan bagian dari UKM Cinema Unja, sedang tak mengudara karena pemeliharaan peralatan, kami mengobrol dengan meminjam tempat di studio siaran.



"Ikut siaran juga di radio online ini?" tanya Tribun kepada Dini, dengan pandangan menyisir sebentar perangkat komputer, mixer, serta tata suara di ruangan 3 x 4 meter itu. Seraya duduk di karpet dan menaruh tas hitamnya di sampingnya, mahasiswi semester 3 FKIP Unja tersebut menjawab,"Dulu, cuma di awal-awal saja. Ternyata kalau siaran bukan benar-benar jiwa saya.



Menurut Dini, dia aktif di komunitas yang banyak bergelut di bidang videografi, fotografi, juga manajemen event itu memang terdorong sedari awal untuk meningkatkan kemampuannya di bidang fotografi, minat yang tumbuh di dirinya sejak masa SMA. Ketertarikan untuk bergabung ke UKM Cinema langsung muncul tak seberapa lama setelah masuk menjadi mahasiwi Unja, satu setengah tahun lalu.



"Awalnya agak ragu-ragu gabung karena waktu itu belum ada kamera, tapi kata Bang Yudi nggak apa-apa nggak punya kamera," ucap Dini dengan sedikit menyebut nama Yudi Sadewa, penggiat dan dedengkot UKM Cinema Unja, yang siang itu ada juga di satu ruangan lain di ruko tersebut, sedang melakukan pekerjaan olah video grafis.



Menurut cerita Dini, proses jatuh cintanya kepada fotografi dimulai sedari semasa masih duduk di bangku SMA. Itu antara lain bermula dari mengamati hasil foto milik beberapa kawan yang dipajang di internet. Bertanya tentang bagaimana menghasilkan foto-foto yang terlihat bagus tersebut, Dini mendapat jawaban bahwa semua itu dihasilkan melalui jepretan kamera jenis DSLR. Maka, Dini mulai memelajari cara menggunakan kamera DSLR. Berhubung ketika itu ia belum memiliki kamera, ia belajar memakai kamera DSLR kepunyaan temannya. Mulailah ia merasakan nikmatnya menghasilkan karya foto.  



"Ketika itu belajar juga sendiri dengan banyak melihat tutorial yang ada di YouTube," kata Dini tentang caranya belajar trik-trik menggunakan kamera DSLR sebelum bergabung di UKM Cinema.  



Menekuni hobi fotografi plus aktif di UKM Cinema dirasa Dini memberinya pergaulan yang asyik dan kesempatan mengisi waktu yang positif. Itu dirasanya pula mendukung pengembangan dirinya sebagai seorang mahasiswi calon guru, yang butuh mengenal banyak karakter manusia. 



Kesempatan mengenal banyak karakter manusia itu contohnya diperoleh Dini ketika menjalani hunting foto, lebih lagi dalam hunting bertema human interest. Hunting semacam itu terakhir kali dirasakan Dini ketika mengikuti event Jambi Street Hunting (Jam's Hunt) bersama 100 lebih fotografer se-Jambi di lingkungan Pasar, Kota Jambi, pada Minggu (30/10) silam. 



Saat itu, mereka mencoba membiasakan diri berlaku sopan kepada orang-orang yang mereka jadikan objek foto. Itu dilakukan antara lain dengan berucap meminta izin, atau bahkan mengajak mengobrol, atau paling tidak tersenyum.



Oh ya, sekarang untuk hunting, Dini tak perlu repot mencari pinjaman. Sejak sekitar dua bulan ini, dia telah memiliki seperangkat kamera DSLR bermerk Nikon. Kamera inilah yang menjadi isi dari tas kotak hitam yang terus dibawanya sepanjang siang itu. (yoseph kelik) 

5 Catatan...: Tribun Jambi, Belajar lewat Youtube. TAS itu berbentuk kotak dan tampak berkonstruksi kukuh. Minggu (13/11) siang, benda berwarna hitam tersebut dibawa sang pemilik, Di...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

< >