+ -

Pages

Senin, 18 Juni 2012

#AkberJambi08 - "Musik Kamar dan Musik Indie"

Miftah Farid dan Riri Ferdiansyah



Sabtu(16/06) jam 3 sore Akademi Berbagi Jambi kembali mengadakan kelas belajar yang ke delapan. Kali ini bertemakan "Musik Kamar". Disini Akberians belajar tentang Apa itu musik kamar dan apa itu musik indie.

Kali ini yang menjadi Guru dikelas Akademi berbagi ke 8 yaitu Riri Ferdiansyah dari komunitas "indonesian Bassist Family" dan forum musisi jambi. ditemani oleh Miftahus surrur, Salah satu penikmat dan pengamat musik yang sudah kenal musik semenjak umur dua tahun.Walaupun baru tahun ini lulus dari sekolah menengah atas, tapi pengetahuannya tentang musik patut diacungi jempol.
Kelas yang harusnya dimulai jam 3 agak sedikit ngaret dikarnakan banyak yang tidak tau Gedung BKKKS tempat Akber mengadakan kelas.

-----------------------------

Sekilas tentang musik kamar, musik kamar adalah sub genre dari indie pop. Musik kamar berkembang seajak awal tahun 2000. yang dimaksud dengan musik kamar disini adalah musik yang diciptakan dengan alat dan tempat seadanya, misalkan di kamar atau di garasi. Ada yang dinamakan "Garage Rock". Lirik lirik yang digunakan rata rata mengutamakan Nuansa Agresif. Seperti menghujat kehidupan, pemerintahan dan lain-lain. Contoh musisi Musik kamar yaitu bottle smoker. Atau band band garage rock tanah air yg digandrungi anak muda saat ini yaitu the SIGIT, the brandals, Southen beach terror, Thats Rockfellar, dll.

Sedangkan musik Indie. Musik Indie adalah bermusik sesukanya, tanpa harus memusingkan apakah musik itu akan disukai orang banyak atau tidak. "do it yourself", yang tidak bisa menyanyi sekalipun bisa jadi vocalist musik indie. Musisi Indie tidak pernah menjual karyanya. Mereka menciptakan musik memang benar benar untuk mereka nikmati sendiri, biasanya mereka memperkenalkan karya mereka dengan sistem barter. Indie bersifat idealis. Indie bertolak belakang dengan musik mainstream.

Bedanya musik indie dengan musik mainstream?

Mainstream yaitu tempat band band bernaung dibawah label besar. Mereka menjual karya. Mereka mendominasi promosi diseluruh media massa dan terekspos dengan baik. Dengan kenyataan yang demikian bukan berarti kemampuan bermusik band band indie kurang bagus. Bahkan terkadang ada yang lebih bagus daripada band band mainstream. Jadi disini hanya masalah pilihan.

Ada dua pilihan dalam bermusik, Benar benar ingin berkarya atau menciptakan karya untuk dijual. Itulah yang menyebabkan banyak band mainstream baru yang bermunculan dan terkesan "maksa" serta lirik lirik yang blak-blakan dan cinta melulu. Beda dengan indie yang lirik liriknya kebanyakan nyeleneh dan susah dimengerti. Karna musik indie bermusik dan berkarya sesukanya tanpa harus memikirkan selera "pasar". Band band indie ini harus mampu melakukan perlawanan atau gebrakan (cutting edge). Biasanya band band cutting edge mempunyai roots yang jelas. Dengan roots itulah mereka punya ciri khas dalam bermusik dan tidak mengikuti selera pasar dan ujung ujungnya akan menjadi musik mainstream.

-------------------------------

Setelah 2 jam berbagi ilmu tentang musik, kelas pun selesai. Diakhiri dengan penampilan dari salah satu band indie jambi, My First Impression yang membawakan dua lagu mereka, over exposed love dan worrying permanently. Kemudian seperti biasa ditutup dengan berdoa dan kemudian foto bersama akberian, guru dan para relawan akber.
Dan, sedikit tambahan. Mungkin itu juga yang ngebuat saya suka lagu lagu indie, karna mereka punya ciri khas tersendiri, tidak asal cablak dan "to the point" ♡☺
5 Catatan...: #AkberJambi08 - "Musik Kamar dan Musik Indie" Miftah Farid dan Riri Ferdiansyah Sabtu(16/06) jam 3 sore Akademi Berbagi Jambi kembali mengadakan kelas belajar yang ke delapan. Ka...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

< >