+ -

Pages

Kamis, 14 Juni 2012

Semakin patah, semakin menyibukkan diri

Selalu seperti ini, disaat merasa dipermainkan keadaan semakin dikesampingkan rasa lelah yang benar benar terlalu yang dirasakan fisik. Yang penting hati puas, pikiran sibuk dengan urusan lain.

Kali ini pengorbanan tidak main main, kuliah yang dikorbankan. sungguh semua hal yang menyiksa fisik, semua kerjaan yang keras. Semua yang menguras tenaga aku kerjakan. Biar sewaktu malam datang, hati sudah puas. Biar airmata menangis karna tubuh yang lelah, bukan karna hati yang robek.

Ternyata kau lepas tangan, menurutmu tugasmu sudah selesai?awalnya memang bukan kau yg mematahkan. setelah kau perbaiki, seperti sudah didalam genggaman kedua tanganmu yang siap kau patahkan lagi kapan saja kau mau. Begitu kurang ajarnya kau.

Cara lama. Semakin aku patah, semakin kusibukkan diri dengan semua kerjaan yang membuat penat dan menangis.
5 Catatan...: Semakin patah, semakin menyibukkan diri Selalu seperti ini, disaat merasa dipermainkan keadaan semakin dikesampingkan rasa lelah yang benar benar terlalu yang dirasakan fisik. Yan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

< >