+ -

Pages

Minggu, 17 Maret 2013

Free will and determinism.

weheartit.com


Saya bisa saya jadi bebas, mengikuti nafsu dunia saya. dengan alasan ketertekanan saya atas hidup saya yang didasari keluarga yang tidak harmonis, ditambah lagi hidup yang jauh dari orang tua. nafsu dunia seperti misalnya saja ingin punya tato kecil di antara telapak tangan dan pergelangan, ingin hidup lebih santai, lebih cuek, hidup yang lebih "saya". 

saya menganggap semua hal selagi tidak membuat keributan dan mengganggu sekitar, itu adalah sah sah saja. saya tidak akan menjudge mereka mereka sebagai pribadi yang buruk dengan melakukan hal hal yang seperti itu. selagi tidak mengusik orang disekitarnya. 

dikarenakan saya mengenal diri saya, karna saya tau persis saya berpotensi bisa terjerat arus hal hal yang seperti itu.  itulah salah satu alasan saya memutuskan untuk menghijabi fisik saya. agar secara otomatis jiwa saya terhindar dari hal hal yang bagi orang banyak tidak layak untuk dilakukan oleh wanita. dengan kesadaran dan yakin bahwa ini adalah keputusan yang paling benar dan yang seharusnya semua muslimah lakukan. juga dikarenakan oleh Ayah saya yang selalu membuat saya untuk hidup yang sewajarnya. seseorang yang mengajarkan saya tentang agama, tentang hidup, yang sedari kecil mengenalkan saya kepada Tuhan.

Apabila saya tidak menghijabi diri saya, bisa saja saya akrab dengan obat terlarang atau minuman keras dan semacamnya. apabila saya tidak menghijabi diri saya, mungkin saya bisa lupa jam sewajarnya wanita pulang. apabila saya tidak berhijab, mungkin saya tidak peduli dengan pandangan orang lain terhadap tattoo. apabila saya tidak berhijab, mungkin saya akan salah arah. semua hal buruk akan terasa seperti magnet kutub utara dan saya adalah magnet kutub selatan yang akan ditarik oleh kutub utara dan susah untuk dilepaskan. Saya berhijab, sehingga diri saya sendiri yakin bahwa saya sudah menjadi seseorang yang  berpikiran dewasa dalam memutuskan sesuatu. suatu kebahagian dan kelegaan yang amat sangat pasti dirasakan oleh orang tua saya, dan itu membuat saya bertambah nyaman dengan keputusan saya.

karna saya dalam keadaan sadar dan mengenal diri saya, karna saya tau saya berpotensi untuk berjalan ke arah yang salah.

Bagi saya, Orang tua ibarat kompas. ketika saya takut dan salah arah. maka saya kembali dituntun ke arah yang seharusnya, hingga saya kembali menemukan titik cahaya yang kemudian membuat saya menemukan celah untuk kembali bermimpi. membuat saya kembali mempunyai harapan dan tenaga untuk berdiri dikala jatuh, walaupun berkali-kali.

Mungkin saya terkesan terlalu takut untuk melakukan hal buruk karna orang lain. tetapi sejatinya, memang di dunia ini kita hidup tidak sendiri, dikelilingi orang banyak dengan berbagai macam karakter. begitulah ketika saya memutuskan untuk mempelajari ilmu sosial. saya memilih ilmu sosial bukan karna saya tidak sanggup memahami sains. saya memilih ilmu sosial atas dasar alasan yang kuat. karna memang nyatanya sistem kerja kehidupan itu berdasarkan sebab akibat. apa yang kita perbuat, maka begitulah nantinya dampak akibat yang akan kita dapat.

Karna saya percaya tuhan itu ada, karna saya percaya dengan semua apa yang dikatakannya didalam kitab suci. saya punya cara sendiri menafsirkan apa yang dikatakannya didalam kitab suci tanpa perantara siapapun. karna saya tau tuhan punya alasan yang kuat mengapa menurunkan agama dan berakhir di agama ke 5. karna saya percaya semua agama pada dasarnya baik, tergantung mereka yang menpercayainya. dan saya percaya islam yang terbaik untuk saya. karna saya tau tuhan mengerti bahwa ciptaannya diberikan kemampuan untuk berpikir dan memutuskan sesuatu tanpa campur tangannya, sehingga membuat setiap ciptaannya terlihat tidak sempuna, maka dari itu Tuhan maha mengampuni dan memaklumi segala bentuk ketidak sempurnaan dan senantiasa memberikan kesempatan untuk memperbaikinya.

itu alasan saya mencintai Allah, dan memang seharusnya itulah yang saya lakukan.
karna saya mencintai Allah layaknya saya mencintai orang tua saya.
dan saya mencintai seluruh ciptaan-NYA tanpa "beda".


...

kesimpulannya, percaya pada sesuatu akan membuat hidup tertata rapi dan lebih terarah :)
5 Catatan...: Free will and determinism. weheartit.com Saya bisa saya jadi bebas, mengikuti nafsu dunia saya. dengan alasan ketertekanan saya atas hidup saya yang didasari ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

< >