+ -

Pages

Kamis, 03 Oktober 2013

Hei.

Hei, tidakkah kita terlihat seperti dua orang yang egois?

Iya, mempertahankan sesuatu tanpa memikirkan perasaan orang-orang disekitar kita. Orang-orang yang juga kita sayangi. Orang-orang yang juga bagian dari kita.

Hei, tidakkah kau sayang padaku? Kenapa tidak kau biarkan saja aku pergi atau kau usir sekalian biar aku tidak akan pernah lagi berpikir untuk memutar badan dan kembali padamu? Kau tau, itu yang terbaik untuk saat ini dan seterusnya. Aku tau apa yang kau pikirkan, tapi aku ingin mendengarnya sendiri. Dari mulutmu. Dengan semua apa yang kau rasakan.

Hei, anggaplah kita tidak pernah berteman apalagi bermusuhan. Anggaplah kita dua orang asing yang penuh dengan kenangan yang dapat mengukir senyum ketika terlihat dari kejauhan. Aku sudah lelah denganmu yang tidak ingin menyerah, akupun geram melihat diriku yang sama sekali tak ingin mengalah.

Kita seolah-olah lupa bahwa waktu akan terus berputar, suatu saat nanti kita akan membutuhkan teman hidup selamanya, yang nyata, yang membangunkan dari mimpi buruk. Tololnya, kita tetap bermain dengan waktu, bermain dengan waktu, mencetak hal-hal indah sebanyak mungkin, mengisinya dipundi-pundi kenangan yang suatu saat nanti pasti akan terpaksa dipakai ketika hati mulai kering dan kemarau.

Dari sisi diriku yang sepenuhnya sadar. Kuperingatkan kau, kuperingatkan juga diriku sendiri untuk segera menegaskan ini. Berpikirlah lebih jernih, terutama kau lelaki.

Pikirkan baik-baik.
5 Catatan...: Oktober 2013 Hei, tidakkah kita terlihat seperti dua orang yang egois? Iya, mempertahankan sesuatu tanpa memikirkan perasaan orang-orang diseki...
< >