+ -

Pages

Sabtu, 28 Desember 2013

Mari Bersiap Pulang.

Selamat hari jadi yang ke 3 tahun ya, Blog. Hahaha

Malam ini saya bernostalgia, membaca-baca postingan lama ditemani alunan lagu Payung Teduh. Haru rasanya, dalam 3 tahun saja saya bisa lupa dengan apa yang pernah saya lakukan dan saya lewati begitu saja. Ada sedih, senang, bangga. Nano-nano lah!

Ingat sewaktu pernah dikhianati sama cinta monyet saya dulu, ingat sewaktu pertama kali berhijab, ingat sewaktu Almarhum Adik saya masih berlari bercanda disekitar saya, ingat sewaktu saya berhasil mewujudkan mimpi. Ah.. Ingat semuanya..

Apa yang saya rasakan? Saya ingin tertawa, kemudian saya tertawa terbahak-bahak dengan airmata yang bergulir jatuh tanpa henti. Apa yang saya keluhkan selama ini? Tololnya.  Saya sedih, sedih bukan main. Saudara sedarah saya telah memilih jalannya sendiri. Saya yakin sekali, Ia sendiri yang meminta pulang pada Tuhan.

Sebelum tidur, yang paling sering saya lakukan adalah merenungi hal-hal kecil seputar bagaimana cara Tuhan bekerja, bagaimana cara Ia mengatur semua ciptaannya. dan semua ciptaanNYA tidak ada satupun yang luput dari yang namanya proses. Matahari-pun tidak tiba-tiba ada, ada proses pembentukan yang bisa diteliti kemudian dipaparkan dan bisa diterima oleh logika. Ah, saya tidak cukup pintar untuk memaparkannya.

Kita adalah ciptaan paling berkuasa atas dunia, Kita menentukan umur dunia, karna hanya kita yang dibekali akal pikiran. Dunia adalah benda yang besar yang disetir oleh kita dengan beribu akal pikiran dan nafsu. Keputusan sekecil apapun yang kita ambil akan sangat berpengaruh kepada dunia (butterfly effect). Bahkan keputusan untuk diri kita sendiri.

Katanya kebaikan dan keburukan yang menimpa kita di dunia adalah kehendak Tuhan? Ketika memulai hari, apakah Tuhan juga yang harus memutuskan "Apa yang harus saya lakukan hari ini?" Mungkin kita terlalu sering menyalahkan Tuhan. Mungkin kita tidak pernah menyadari hal kecil yang kita lakukan efeknya mungkin saja lebih besar kepada orang lain. Siapa yang tau, sampah yang kita buang sembarangan hari ini akan jadi salah satu dari sekian banyak sampah yang menyebabkan banjir dikemudian hari. Apakah bencana yang terjadi di bumi masih kita anggap takdir? Mungkin lagi, itu juga penyebab kita tidak terbiasa untuk mengkoreksi diri kita sendiri. Karna kita terbiasa melemparkan kesalahan. Karna musibah besar di dunia kita sendiri yang menciptakannya secara bergotong-royong dan dalam jangka waktu yang panjang. "Kehendak Tuhan" adalah kalimat penghibur yang membuat kita tidak bertanggung jawab.

Begitu pula saya, semua yang menimpa saya sebelumnya, detik ini dan kedepannya adalah karna diri saya sendiri. Karena Tuhan sudah sangat baik, menitipkan saya kepada Malaikatnya (Ayah dan Ibu). Merekalah Tuhan yang nyata, mengajarkan saya apa yang baik dan apa yang buruk. Membuat saya lahir ke Dunia, membesarkan, merawat, melatih dan mendidik saya menjadi seseorang yang "cantik", selanjutnya membiarkan saya menentukan sendiri apakah saya tetap mempertahankan saya sebagai seorang yang cantik atau saya punya pilihan sendiri. Bagaimanapun saya, mereka akan tetap menyayangi saya sebagaimana Tuhan. Jadi tidak ada lagi yang harus disalahkan dari-NYA.

Adik saya, sampai hembusan nafasnya yang terakhirpun itu adalah pilihannya sendiri. Itulah dirinya, tidak ada penyesalan sedikitpun atas apa yang terjadi padanya. Mungkin itu yang ingin disampaikannya pada saya, pada Ayah, Ibu dan orang-orang yang mengenalnya. TIDAK ADA PENYESALAN. Ia bahagia menjadi bagian dari keluarganya, Ia bangga punya keluarga dan teman-teman yang hebat.

Adik saya sudah pulang. Pulang ke Orangtua sebenarnya, Orangtua yang sangat-sangat menyayanginya. Ia pasti disambut dengan senyum serta pelukan dengan tepukan halus dipunggungnya. Ia pasti diberi rumah yang bagus, dengan penerangan yang cukup, makanan yang lezat dan tempat tidur yang empuk.

Jangan tanyakan apa yang akan saya lakukan kedepan. Saya hanya ingin mengabulkan permintaan Ayah Ibu saya, Untuk jadi Anak yang shalehah dan bermanfaat untuk orang lain. Karnapun, tidak ada hal lain yang menyenangkan selain ketika kita bisa bermanfaat bagi orang lain, sama bahagianya dengan ketika kita mendapat baju baru, handphone baru atau bahkan rasanya lebih dari itu.

Ketika hati bahagia, lelahpun tidak terasa lagi. Pulang adalah satu-satunya tujuan.
Nikmatilah hidup kita, latih hati kita mengucap maaf. Maaf untuk semua yang pernah kita lukai, dan maaf untuk diri sendiri. Lanjutkan perjalanan pulang sambil membahagiakan orang-orang sekitar.
5 Catatan...: Desember 2013 Selamat hari jadi yang ke 3 tahun ya, Blog. Hahaha Malam ini saya bernostalgia, membaca-baca postingan lama ditemani alunan lagu Payung...
< >