+ -

Pages

Minggu, 06 Juli 2014

Bentuk lain dari cinta saya dan kamu.


Ibarat karet, elastis.



walau direnggangkan, ditarik dari dua arah yang berlawanan, dikerut-kerutkan, diinjak, dipasangkan di pergelangan tangan, pada akhirnya akan kembali ke bentuknya semula.



Ibarat karet, melingkar tidak berujung.



mungkin kamu pernah iseng mecoba mencari ujung karet. dimulai dari satu titik kemudian menelusurinya, maka pada akhirnya kamu akan kembali pada titik dimana pertama kali kamu memulainya.



jika memang ingin menemukan ujungnya caranya cuma satu, yaitu memutuskannya. entah dengan menggunakan gunting, membakarnya dengan korek api atau menariknya dengan sekuat tenaga. apapun, sampai karet itu putus.



begitulah cinta saya dan kamu, begitu juga masalah saya dan kamu..



tapi karet tetaplah karet. walau nantinya akan mengendur, walau nantinya akan putus.
5 Catatan...: 2014 Ibarat karet, elastis. walau direnggangkan, ditarik dari dua arah yang berlawanan, dikerut-kerutkan, diinjak, dipasangkan di pergelanga...

Float - Pulang.


Dan lalu, sekitarku tak mungkin lagi kini meringankan lara. Bawa aku pulang, rindu.. segera ♪


Ini tahun ke lima belas Ayah dan Ibu berpisah, Ini tahun ketujuh saya mencoba mandiri, ini tahun ke dua tidak lagi bisa bertemu dengan Adik laki-laki saya yang pertama.

Akhirnya ia menemukan rumahnya..


Mungkin dulu, sewaktu hidup keputus-asaan menghampirinya tiap hari, kesepian menggelantunginya setiap malam, selalu bingung akan pulang kemana. Masih, saya belum bisa menghilangkan rasa sesal saya karna tidak bisa jadi rumah untuknya pulang atau sekedar bersandar dibahu saya, menumpang tidur dipelukan saya.

Mungkin dulu, ketika ia merasa tak ada lagi rumah yang nyaman untuknya pulang dan beristirahat, Ia memutuskan untuk pulang kerumah dimana ia seharusnya pulang, tempat kita semua akan pulang, rumah yang penuh kasih sayang, rumah terindah.

Ia pulang ketika dirasa tidak ada lagi satupun tempat yang dapat membantunya meringankan beban yang ia rasakan.

Tuhan membawanya pulang..


5 Catatan...: 2014 Dan lalu, sekitarku tak mungkin lagi kini meringankan lara. Bawa aku pulang, rindu.. segera ♪ Ini tahun ke lima belas Ayah dan Ibu berpi...

Kamis, 17 April 2014

Kita akan Baik.

Hampir setiap kesempatan, Bapak selalu nanya,
"Calon menantu Bapak yang mana, Kak?"
Saya selalu ingin jawab,
"Ini, Pak. Kak Ai sudah pernah kenalin kan ke Bapak waktu itu di CC"

Tapi.. You know lah.

Ya..ya..ya.. Umur saya 21 tahun Juli nanti, sudah wajar ngomongin cinta dan ah.. bukannya saya nggak mau ngenalin atau apa. Sayanya sih mau lebih dari sekedar mau. Saya juga mau kayak yang lain, yang hubungannya lancar-lancar aja, yang nggak ditembok-tembokin, walaupun sudah jelas nggak ada yaang namanya pacaran dalam islam, apalah bedanya mereka yang pacaran seagama atau aku yang pacaran sama beda agama? sama aja kan? pacaran nggak boleh kan? Kita sama.

Saya bisa mengatasi ini, saya bisa mengatasi semua yang sudah saya pilih dan saya punya jalan sendiri untuk menyelesaikan perkara yang sudah saya buat dan yang pasti tidak ada yang boleh merasa dirugikan ataupun dikecewakan. Semuanya akan baik-baik saja, semua akan baik. kita akan baik-baik saja..

Saya harap kita baik-baik saja..
5 Catatan...: 2014 Hampir setiap kesempatan, Bapak selalu nanya, "Calon menantu Bapak yang mana, Kak?" Saya selalu ingin jawab, "Ini, Pa...

Minggu, 23 Maret 2014

Minggu pagi cerah.

Minggu, 23 Maret 2014.

Setelah renungan panjang seperti biasanya, kali ini terbersit dalam benak bahwa diumur saya yang segini, 21 tahun ini dengan semua kegalauan hidup yang saya rasakan detik ini mungkin disebabkan karna saya terlalu pengecut untuk mengambil keputusan dalam hidup saya.

Saya, Kamu. Entah apa yang ditunggu. Barangkali hanya saya yang menanti-nanti. barangkali kamu sudah lama jenuh dengan keadaan ini. semuanya sudah terbalik. tidak ada lagi rasa ingin memiliki dan kecemasan serta kegelisahan seperti dulu yang sering kita, khususnya saya rasakan. Saya mungkin tidak bisa menjabarkan bagaimana perasaanmu saat ini, tapi apabila kau ingin tau, saat ini saya ingin berhenti disini, kalau boleh, saya ingin mundur ke beberapa waktu lalu, tanpa harus mengambil keputusan apapun dalam hidup saya yang akan dengan segera merubah hidup saya selamanya. tetap merasakan kebahagiaan, tetap kekanak-kanakan, tetap bergandengan, tetap bersahabat, tetap saling mengisi, tanpa harus memusingkan segala macam bentuk aturan bebas yang kita buat sendiri, aturan bebas yang ada dari jaman nenek moyang kita dahulu. Bebas bersyarat, Yes?

Saya bangga, saya selalu bangga. Saya tetap berterimakasih dan saya tetap akan membiarkan ini semua mengalir begitu saja dan membiarkan hati dan pikiran saya bekerjasama untuk menghasilkan keputusan yang paling dewasa. Karna hal-hal berat sudah banyak lalu-lalang didepan hidung saya sedari saya kecil. Hidup dalam keluarga yang 'luar biasa', kehilangan orang yang 'luar biasa', mencintai orang yang 'luar biasa', semua tujuannya untuk menempa dan mengajarkan saya untuk jadi seseorang yang lebih kuat lagi kedepannya. saya tidak boleh layu, tidak boleh mudah menyerah, tidak boleh egois dan lebih memikirkan orang lain.

Kalau seandainya dulu sewaktu kecil saya hanya jadi figuran ataupun bukan pemeran utama dalam kehidupan orang tua saya, justru saat inilah ketika keputusan besar sudah saya ambil, saya sudah punya film sendiri yang saya bintangi. Saya tidak lagi nebeng naskah orang tua, karna saya sudah punya skrip kehidupan itu sendiri, yang harus saya perankan dengan sebaik-baiknya.


5 Catatan...: 2014 Minggu, 23 Maret 2014. Setelah renungan panjang seperti biasanya, kali ini terbersit dalam benak bahwa diumur saya yang segini, 21 t...

Senin, 03 Maret 2014

Aku sudah terbangun dari tidur panjang dan indah. Sekarang, aku memaksa diriku untuk tertidur lagi dan merasakan lagi indahny mimpi kemarin, walaupun yang terasa hanya sisa-sisanya saja.

5 Catatan...: 2014 Aku sudah terbangun dari tidur panjang dan indah. Sekarang, aku memaksa diriku untuk tertidur lagi dan merasakan lagi indahny mimpi kemarin,...

Kamis, 27 Februari 2014

Pada Akhirnya

Pada akhirnya, cinta semacam ini memang tidak akan pernah ada.
Pada akhirnya, cinta seperti ini hanya akan membuatmu terpuruk.

Jangan percaya film, novel fiksi, cerita dongeng, bahkan jangan percaya pada hatimu ketika hatimu mengatakan cinta kalian akan bisa menyatu sempurna dan bisa menerima perbedaan yang semacam ini satu sama lain. ketika posisinya kita adalah orang yang sangat yakin dapat menerima segala macam bentuk perbedaan, tetapi akan ada orang-orang lain disekitar kita, bahkan beberapa dari mereka adalah orang yang kita sayangi pula yang tidak dapat menerima perbedaan semacam ini. Memandang ini sebagai suatu kesalahan yang harus segera diperbaiki, Sesuatu yang janggal dan tidak patut untuk dicoba-coba.

Entah apa pengertian dari cinta itu sendiri, mungkin aku yang belum paham atau memang tidak ada yang bisa mengerti. Entah apa namanya ketika ada yang merasa sakit disaat banyak orang berbahagia karnanya.

Akhirnya bisa dipahami bahwa banyak hal yang tidak mungkin akan mungkin terjadi dalam hidup, kecuali tentang kepercayaan. ketika membantah, maka seluruh hidup akan berubah. semuanya akan berubah.
5 Catatan...: 2014 Pada akhirnya, cinta semacam ini memang tidak akan pernah ada. Pada akhirnya, cinta seperti ini hanya akan membuatmu terpuruk. Jangan p...

Sabtu, 15 Februari 2014

#15 Masa' iya?

Masa' iya setiap sudut kota ini nggak ada tanda yang tidak melekatkan kenanganku sama kamu?
Masa' iya tiap tempat yang kudatangi selalu ada kamu dan aku yang sedang tertawa?
Masa' iya nggak ada yang bisa diajak cerita tentang serunya film yang habis ditonton barusan?
Masa' iya nggak ada gitu yang bisa dicemburuin selain kamu?
Masa' iya nggak ada yang bisa bikin aku jadi cewek sabar selain kamu?
Nggak ada, gitu?
Masa' iya..
5 Catatan...: 2014 Masa' iya setiap sudut kota ini nggak ada tanda yang tidak melekatkan kenanganku sama kamu? Masa' iya tiap tempat yang kudatangi ...

Jumat, 14 Februari 2014

#14 Semoga ini (bukan) yang terakhir


Bertemu lagi 
dan menghabiskan hari 
dengan status teman baik
 seperti dulu lagi, rasanya lucu. 
 rasanya kayak digigit nyamuk. 
Hari dimana 
kebiasaanmu tidak kutemukan 
kebiasaanmu tiap bersama denganku
"Not, bunyiin jari-jari Abang".
HAHAHA

But, It's okay. 
Kita akan baik-baik saja 
untuk sekarang, 
sampai ada nanti waktunya 
kita sadar bahwa 
kita sedang menggenggam pasir.
5 Catatan...: 2014 Bertemu lagi  dan menghabiskan hari  dengan status teman baik  seperti dulu lagi, rasanya lucu.   rasanya kayak digigit nyamuk....

Kamis, 13 Februari 2014

#13 Satu Hari Sebelum 14 datang

13 Februari 2014
Untuk yang merayakan hari kasih sayang.

Sejauh mana persiapan kalian? Selamat menikmati satu hari yang menjadi lambang dari seluruh hari-hari bahagia yang kalian rasakan. Aku tidak ikut merayakannya. Bagiku hari kasih sayang bisa ada kapan saja aku mau, tanpa harus merayakannya ditanggal 14. Kasih sayang terlalu sempit untuk dikotakkan dalam satu hari.

Selamat merayakan untuk kalian yang merayakan, aku turut berbahagia pula.
5 Catatan...: 2014 13 Februari 2014 Untuk yang merayakan hari kasih sayang. Sejauh mana persiapan kalian? Selamat menikmati satu hari yang menjadi lamba...

Rabu, 12 Februari 2014

#12 Mr. Pleasant, How Are You Today?

Oh Mr. Pleasant, how is Mrs. Pleasant?
I hope the world is treating you right
And your head's in the air and you're feeling so proud
'Cause you're such a success
And the whole wide world is on your side, hey, hey
How are you today?
 
People said Mr. Pleasant is good
Mr. Pleasant is kind, Mr. Pleasant's okay
Mr. Pleasant don't mind
As long as Mr. Pleasant's all right, hey, hey
How are you today?
 
How's your father, how's your mother?
How's your sister, how's your brother?
How's your brand new limousine?
Twenty-four inch TV screen?
Did you like prosperity more than you liked poverty?
Life is easier, so much easier, life is easier now
 
Oh Mr. Pleasant, how is Mrs. Pleasant?
Did you know she was flirting around
With another young man?
And he's taking her out when you have to work late
And it's not so pleasant after all, hey, hey
How are you today?
 
People said Mr. Pleasant is good
(Mr. Pleasant is good)
Mr. Pleasant is kind
(Mr. Pleasant is kind)
Mr. Pleasant's okay
(Mr. Pleasant's okay)
 
Mr. Pleasant don't mind
As long as Mr. Pleasant's all right, hey, hey
How are you today?
 
Mr. Pleasant is good
Mr. Pleasant is kind
Mr. Pleasant's okay
Hey, hey
How are you today?
5 Catatan...: 2014 Oh Mr. Pleasant, how is Mrs. Pleasant? I hope the world is treating you right And your head's in the air and you're feeling so prou...

Senin, 10 Februari 2014

#10 Kenapa Kalian Mengikutiku?

10 Februari 2014.
Kepada lagu-lagu meratap yang selalu terngiang-ngiang ditelingaku.

Telingaku panas. Hatiku panas. Mataku panas.
Di jalan, di rumah, di kafe-kafe, di kantin, di mana saja.

Woy, sudah gilakah?
Untuk orang-orang yang hati dan perasaannya sedang baik-baik saja, lagu-lagu meratap itu adalah biasa. Lain halnya ketika itu terdengar ditelingaku.

Gendang telingaku sakit! hatiku sakit! Kepalaku sakit!
Enyahlah, Enyah!
5 Catatan...: 2014 10 Februari 2014. Kepada lagu-lagu meratap yang selalu terngiang-ngiang ditelingaku. Telingaku panas. Hatiku panas. Mataku panas. Di jal...

Minggu, 09 Februari 2014

#9 Tuan Pendendam

9 Februari 2014

Ini sudah bukan surat cinta lagi, dendammu menutupi semuanya. bukan pertama kali dirimu mendendam padaku. Tuan, cobalah kau positifkan arti dendammu, mendendamlah ketika aku mencintaimu dengan sungguh-sungguh sehingga dapat kau balas dengan mencintaiku dengan lebih dari rasa cintaku padamu. tidakkah terasa lebih indah dendam yang seperti itu? 

Tapi, terserah padamulah. itu hatimu, aku telah lelah mencari celah untuk merubuhkan tembok yang kau bangun didepan hatimu, siapa yang membantumu membangunnya. aku memang belum pernah melihat dan meraba langsung seberapa kokoh dan tingginya tembok berlin yang diceritakan orang-orang, tapi yakinku hatimu telah tertembok oleh dinding setebal dan sekokoh berlin itu. 

aku menyerah. sudah cukup. indah memang indah, jangan tanya seberapa indahnya yang kita lalui bersama selama lama ini, tapi keindahan bisa luntur begitu saja dengan dirimu yang begini. sedikitpun tak berniat lagi hatiku mengenang keindahanmu, yang terlihat hanya burukmu saat ini saja. perlakuanmu padaku terlalu jelas, semacam tulisan yang diukir dengan spidol permanen dipapan tulis. 

kusudahi suratku yang panas ini. teruslah jadi tuan pendendam sampai akhir hayatmu, agar hidupmu tak disinggahi bahagia, aku turut bahagia dengan pilihanmu. selamat!
5 Catatan...: 2014 9 Februari 2014 Ini sudah bukan surat cinta lagi, dendammu menutupi semuanya. bukan pertama kali dirimu mendendam padaku. Tuan, cobalah ...

Sabtu, 08 Februari 2014

#8 Melipat Rindu

8 Februari 2014.

Sore sendu berisi rindu yang melimpah ruah sampai ke tanah yang sulit untuk dibendung dalam waktu lebih lama lagi, bantu aku mengemasinya ke dalam kertas serapi mungkin sehingga indah untuk dibaca dan menyentuh ketika kau bacakan untuk hatimu nanti. Kulipat rapi rinduku, kuselipkan di amplop merah dengan perangko berbentuk hati. Jika telah sampai suratku ini, kecuplah ia. Biar terasa sampai ke hatiku bahwa rinduku telah sampai pada tuannya.
5 Catatan...: 2014 8 Februari 2014. Sore sendu berisi rindu yang melimpah ruah sampai ke tanah yang sulit untuk dibendung dalam waktu lebih lama lagi, bantu ...

Jumat, 07 Februari 2014

#7 Tidak ada surat kaleng.

7 Februari 2014.
Orang yang kukirimi surat kaleng tahun lalu.

Satu tahun sudah, Ibu jari kakiku sudah membengkak terjepit diantara pintu yang tidak bisa kumasuki. Aku tarik saja Ibu jari kakiku, kasihan dia. Biar kuobati dahulu sampai mengempis kembali. Lain kali aku datang lagi, atau sebaiknya tidak lagi kembali ataupun mengintip walau hanya dari kejauhan.

Selamat tinggal.
5 Catatan...: 2014 7 Februari 2014. Orang yang kukirimi surat kaleng tahun lalu. Satu tahun sudah, Ibu jari kakiku sudah membengkak terjepit diantara pintu ...

Kamis, 06 Februari 2014

#6 .

6 Februari 2014.

Lain kali kukirimkan surat yang
lebih panjang dan bermakna dari hari ini.

Terima kasih
5 Catatan...: 2014 6 Februari 2014. Lain kali kukirimkan surat yang lebih panjang dan bermakna dari hari ini. Terima kasih

Rabu, 05 Februari 2014

#5 Ibarat Rumah

5 Februari 2014.
Surat ini sudah terbayang-bayang dalam benakku satu hari sebelum kutuliskan.
Lagi, kali ini aku ingin membahas perihal cinta yang kita punya. 
Katamu sebuah hubungan ibaratkan rumah, kan? Seberapa besar cinta yang kita miliki adalah bayangan seberapa besar rumah yang kita tinggali untuk jangka waktu yang lama. Seperti rumah kita, sebuah rumah kayu yang awalnya kita bangun dengan sederhana, yang indah dan nyaman. Sampai suatu ketika akhirnya rumah sederhana yang kita tinggali atapnya bolong, disaat hujan air merembes membahasi lantai dan akhirnya lantainya pun lapuk. 
Rumah kita sudah tua. Apa yang harus kita lakukan? Seandainya rumah kita masih layak untuk direnovasi, Aku ingin sekali merenovasi rumah yang kita bangun sederhana itu bahkan membuatnya lebih besar lagi dan tentunya lebih lapang dan "permanen". Tapi seandainya menurutmu rumah yang kita punya tidak layak lagi untuk ditinggali, biarlah dirubuhkan saja sampai rata dengan tanah.
Maaf karna aku terlalu sering putus asa dengan rumah kita yang tua dan reot ini. Maaf sering terlontar ucapan 'ingin merubuhkan rumah yang kita bangun ini'. Maaf ucapanku menyinggung dan melukai hatimu. Sudah kusampaikan niat baikku untuk merenovasi rumah kita ini.

Saat ini aku sedang menunggu keputusan darimu, mau diapakan rumah yang sudah kita bangun dan kita tinggali selama beberapa tahun ini. apapun keputusanmu, itulah yang terbaik. Nikmatilah masa liburanmu saat ini, liburan yang jauh dari rumah yang selalu membuatmu pusing dan marah. Biarlah kutunggu dirimu didepan pintu rumah kita sampai kamu pulang dan membawa jawaban yang menyenangkan.

ps: Nanti rumahnya kita cat warna  merah, ya! :)
5 Catatan...: 2014 5 Februari 2014. Surat ini sudah terbayang-bayang dalam benakku satu hari sebelum kutuliskan. Lagi, kali ini aku ingin membahas perihal...

Selasa, 04 Februari 2014

#4 Katanya sih @karmabercerita itu Selebtwit

4 Februari 2014.
Surat untuk selebtwit.
Halo @karmabercerita (yang katanya) selebtwit! Hahaha


Anak kecil yang 6 tahun lalu masih berstatus siswa esempe ngintipin mbak-mbak esema dari bilik warnet sambil nanyain nama friendster sekarang udah jadi selebtwit!

Anak kecil yang 4 tahun yang lalu yang dulunya ngintilin kakaknya sampe milih esema yang sama, sekarang udah jadi selebtwit!

Anak kecil yang dulunya suka jadi temen gosip dan tempat curhat via on-line (dari friendster, facebook, bbm, blog, sampe akhirnya ada twitter) sekarang udah jadi selebtwit!

Anak kecil yang dulunya masih pake seragam sekolah sekarang statusnya udah mahasiswa. Ih, udah gede, selebtwit pulaaa!

Hahaha, terasa cepat sekali waktu berlalu. Anak kecil yang dulu tingginya sebahu aku sekarang udah kebalikannya.

Pesanku untukmu, Wahai selebtwit. Tetaplah jadi dirimu, dengan karaktermu. Walau ada beribu-ribu selebtwit tetaplah jadi dirimu (dalam kata).

Ah.. kalo nggak buru-buru suratku pasti bukan untukmu, Dhe. Hahaha
5 Catatan...: 2014 4 Februari 2014. Surat untuk selebtwit. Halo @karmabercerita (yang katanya) selebtwit! Hahaha Anak kecil yang 6 tahun lalu masih...

Senin, 03 Februari 2014

#3 Doa, Balon Harapan dan Skripsi.

3 Februari 2014.
Halo Dosen Pembimbing Skripsi!

Surat keduaku dibalas oleh Februari, Ia bersedia menemaniku memulai cerita baru. Hari ini Februari menemaniku melewati pagi yang menyenangkan. Usulan penelitian untuk skripsiku akhirnya di-acc setelah beberapa kali gagal bertemu Ibu Ketua Jurusan dan pernah sekali ditolak dan diomelin habis-habis karna (sepertinya) Beliau sedang badmood waktu itu. sempat patah semangat dan malu karna harus diomelin didepan mahasiswa lain dan juga sempat menangis tersedu-sedu di sudut ruangan di jurusan. 

Hahaha..Yap! aku memang cengeng. Tapi sudahlah, itu tak penting lagi. Sekarang hatiku sudah berbunga-bunga lagi, semangatku tumbuh lagi. Teringat do'a di awal tahun kemarin dan menerbangkan balon harapan berwarna merah jambu setelah judul pertama ditolak, mungkin balonku nyangkut di pintu Ibu Ketua Jurusan dan Beliau membaca harapan saya. Memang sih, disitu sampai-sampai saya cantumkan nama lengkap dan NIM saya. hehehe

Awal cerita yang baik, yes?


Teruntuk Bapak dan Ibu Dosen Pembimbing Skripsiku, Mulai besok kita akan lebih sering bertemu. Mohon bimbingannya ya Pak, Buk. Target awal untuk menyelesaikan skripsi ini sekitar 3 bulan. Semoga memang bisa diselesaikan dalam 3 bulan ini ya. Aamiin. Mohon bimbingannya, saya janji akan berikan yang terbaik untuk kita nanti. Saya masih ingin mengabdi di sana dengan status yang sudah bukan mahasiswa lagi tetapi duduk bersama kalian di ruang Dosen jurusan kita Pak, Buk. Doakan saya ya!

Salam Bahagia,


Mahasiswamu.
5 Catatan...: 2014 3 Februari 2014. Halo Dosen Pembimbing Skripsi! Surat keduaku dibalas oleh Februari, Ia bersedia menemaniku memulai cerita baru. Hari...

Minggu, 02 Februari 2014

#2 Mari Memulai Cerita Baru

2 Februari 2014.
Untuk hari kedua dari bulan kedua tahun ini, ini pasti akan lebih baik lagi. Benar, bukan?

Surat pertamaku telah sampai ke penerimanya bahkan telah dibalas dengan singkat dan padat yang dikemas dalam 3 huruf saja tanpa koma ataupun titik ataupun tanda baca lainnya. Membuat haru suasana sampai harus menitikkan airmata. Surat pertama cukup memuaskan.

Baiklah Februari.. mari mengatur nafas dan temani aku memulai cerita baru, cerita yang akan dipenuhi semangat mahasiswa tingkat akhir dalam mengejar masa depan yang cerah yang sangat dicintainya, yang akan dikejarnya sampai kemanapun agar ia bisa mendapatkannya, masa depan yang didahului dengan pedekate lewat yang bernama "Pendidikan".

Biarlah cintaku yang lain sudah terlanjur kandas, masih ada cinta Orang Tua yang tak kenal kandas. Biarlah cinta yang lain seperti air, mengalir menempati ruang. Syukur-syukur apabila ternyata cintaku yang kandas itu masih dijaga olehnya sampai nanti-nanti. Kini kubiarkan hal-hal positif melekat terlebih dahulu, mungkin cintaku yang kandas itu salah satu hal positif yang kemudian dapat mengapung lagi ke permukaan dan melekat padaku, siapa tahu. Iya, siapa tahu saja.

Mari memulai cerita baru denganku, Februari!
5 Catatan...: 2014 2 Februari 2014. Untuk hari kedua dari bulan kedua tahun ini, ini pasti akan lebih baik lagi. Benar, bukan? Surat pertamaku telah samp...

Sabtu, 01 Februari 2014

#1 Berceritalah

Halo, Abang.
Selamat Bulan Februari!

3 hari sudah semenjak tanggal 28 kita yang harusnya jadi 28 ke 16 kalinya untuk kita berdua. Ini Februari yang harusnya jadi bulan penuh kasih sayang untuk siapa saja di dunia. Termasuk aku dan kamu.

Ingat tidak februari 2 tahun lalu? Kamu yang selalu mengeluhkan status jomblomu, yang setiap lampu merah ngintipin spanduk dan banner acara buat mengisi malam minggu. Ingat tidak februari setahun lalu, ketika kamu mengatakan bahwa tiap hari adalah hari valentine ketika kamu menghabiskannya bersamaku. Terima kasih coklatnya waktu itu, dukungan dan semangat darimu lebih manis melebihi coklat manapun. Sekarang, tahun ini, februari ini mungkin akan lebih sepi. Aku sekarang kehilangan kepercayaan diri, Tak lagi berani berjalan-jalan sendiri, rasanya seolah semua orang menatap kasihan padaku.

Kamu tahu bahwa aku cuma butuh diyakinkan, cinta manapun akan layu jika diabaikan. Tidak ada di dunia ini orang yang ingin jadi parasit, begitupun aku. Terlebih lagi dalam hidupmu dimana kamu adalah orang yang spesial untukku. Maaf mungkin selama ini perhatianku membuatmu tidak nyaman, mungkin rasa cemburuku berlebihan dan mungkin aku terlalu ingin tahu urusanmu. Aku juga ingin merasakan hal itu terjadi padaku, ingin diperhatikan, ingin dicemburui, ingin ditanya apa saja kesibukan yang aku jalani.

Cobalah ceritakan padaku.. setidaknya, aku tahu apakah masih ada mimpimu ingin hidup bersamaku. Setidaknya, aku tahu sebatas mana aku bisa berharap cinta yang dulu datang lagu untuk yang kedua kalinya padaku. Aku sudah lelah untuk memulai cinta baru dan kita tahu cinta semacam yang kita punya ini adalah cinta yang butuh perjuangan besar. Setidaknya berilah aku alasan yang kuat yang membuat aku benar-benar harus perjuangkan dirimu.

Sekarang, berceritalah sayang. Seandainya aku tak harus berharap lagi padamu, katakanlah. Dan seandainya masih ada harapan itu, biarkanlah aku tahu seberapa besar harapan itu. Berceritalah sebagaimana biasanya kamu bercerita tentang apa saja padaku, akan kudengarkan dengan seksama.

Berceritalah... Jangan membuatku salah mengartikan ketidak-pedulianmu padaku.
Bicaralah..
5 Catatan...: 2014 Halo, Abang. Selamat Bulan Februari! 3 hari sudah semenjak tanggal 28 kita yang harusnya jadi 28 ke 16 kalinya untuk kita berdua. Ini...

Jumat, 31 Januari 2014

Dan Pagi Takkan Terisi Lagi..

Akhirnya malam tiba jugaMalam yang kunantikan sejak awalMalam yang menjawab akhir kitaInikah akhir yang kita ciptakan
Lihat, aku seolah menjadikan lagu yang sering kau putar dan kau dendangkan akhir-akhir ini menjadi kenyataan. Lagu yang juga kudengarkan sebelum dirimu namun tidak begitu kumaknai artinya. Ternyata pertemuan semalam benar-benar akhir dari kita, malam yang kau tunggu-tunggu sejak awal. Ternyata ini akhir dari perjalanan panjang yang kita lewati bersama. Berulang-ulang kau putar lagu ini di mobilmu di sepanjang perjalanan yang bisu sampai akhirnya aku tersadar itu semacam "kode" darimu. Entah itu cuma perasaanku saja.
Dan pagi takkan terisi lagiLonceng bertingkah sebagaimana mestinyaMembangunkan orang tanpa membagiSedikit asmara untuk memulai hari
Walau sebelum-sebelum inipun tidak pernah ada ucapan selamat pagi darimu, kali ini tetap rasanya beda. terasa lebih kosong. Tidak ada lagi semangat. Mataku terasa berat untuk membuka dan bertemu dunia. Masih belum sanggup menerima bahwa ini adalah nyata. Serasa ingin tidur dan bermimpi saja seterusnya dan bangun dalam keadaan sudah bisa menerima semua.


Tidurlah..Malam terlalu malamTidurlah..Pagi terlalu pagi


Entahlah, sampai kapan airmata akan berhenti dan kehabisan alasan untuk keluar dari persembunyiannya. Kemarin-kemarin alasannya karna hati terlalu haru dengan kehadiranmu, sekarang alasannya hati sedang kering, butuh dibasahi airmata agar lebih sejuk dan tenang. Terlalu banyak persediaan air semacam musim hujan. Tak tahu pagi, tak tahu malam, tak tahu waktu, tak tahu tempat. Kehilangan kamu seseorang memang menyakitkan..



Payung Teduh/Tidurlah
5 Catatan...: 2014 Akhirnya malam tiba juga Malam yang kunantikan sejak awal Malam yang menjawab akhir kita Inikah akhir yang kita ciptakan Lihat, aku seolah...

Kamis, 30 Januari 2014

Seandainya lagu Geisha benar-benar bisa melumpuhkan ingatanku tentang kamu, aku tidak akan mau menyanyikan lagu itu. Bisa-bisa aku kehilangan separuh 2012 dan seluruh 2013 serta awal 2014 yang indah. Karna setiap moment sepanjang tahun-tahun itu selalu ada kamu dibalik senyumanku. Oh, tidak..
5 Catatan...: 2014 Seandainya lagu Geisha benar-benar bisa melumpuhkan ingatanku tentang kamu, aku tidak akan mau menyanyikan lagu itu. Bisa-bisa aku kehilang...

Selasa, 28 Januari 2014

Sekedar Ramah Tamah.

Kamu pernah bilang, meninggalkan aku adalah hal tersulit sama halnya ketika kamu menemukan aku.

Hari ini, tepat tanggal 28 Januari 2014. Tanggal 28 ke 16 kalinya untuk kita. Secara sepihak, aku tetapkan kita sudah tidak lagi menjadi dua orang yang bisa merajut mimpi bersama untuk hari esok. Setelah seharian kutunggu-tunggu kabarmu, kutunggu-tunggu balasanmu yang sampai detik ini tak juga ada. (aku pikir, sekarang tak sesulit dulu lagi yang harus menunggu berhari-hari hanya untuk mendapatkan balasan surat. semua serba on-line. Satu sentuhan di smartphonemu tak akan menguras tenaga). Kusimpulkan kau tidak lagi peduli padaku, urusanku, bahkan urusan kita. Entah kau berubah, atau itulah dirimu sebenarnya yang tidak kuketahui.  Jangan salahkan aku jika mengambil kesimpulan sendiri.

Tidak ada yang ingin dilahirkan untuk jadi parasit dalam hidup orang lain, termasuk aku. Terlebih dalam hidupmu dimana kamu adalah orang yang spesial untukku. Benar memang angkat kaki adalah perkara sulit, tapi bukan berarti aku tidak bisa melakukan itu. Aku bisa dan akan mencobanya, Kamupun akan melakukannya. Segera.

Aku tau aku tak bisa membuatmu bangga dalam beberapa hal yang mungkin harusnya bisa kau temukan dalam diri wanita lain. Kini aku bebaskan kau dalam arti bebas yang sesungguhnya, tanpa syarat ini itu seperti saat kita masih berkomitmen. Kau tak perlu lagi repot-repot menjaga perasaanku untuk melakukan apa yang kau suka, apa yang bergejolak dalam hatimu.

Maaf karna aku tidak pernah memoleskan make-up diwajahku untukmu, maaf aku tidak punya rambut panjang tergerai yang bisa kau elus manja, maaf karna kulitku tidak seputih wanita-wanita barbie disekitarmu, maaf karna aku tidak punya bentuk tubuh profesional. Maaf, saat ini aku kehilangan kepercayaan diri-ku. 

Terima kasih karna tak menghubungiku lagi, terima kasih telah mempermudahku, terima kasih karna akhirnya airmataku punya alasan untuk menetes. Jika saat ini atau nanti aku merindukanmu, itu bukan berarti aku menginginkanmu kembali duduk disampingku dan merelakan pundakmu untuk aku sandarkan. Akan lebih baik untukku duduk sendiri dan bersandar pada tembok ketimbang harus jadi penghalang bagimu untuk mendapatkan apa yang kau inginkan.

Pergilah,
5 Catatan...: 2014 Kamu pernah bilang, meninggalkan aku adalah hal tersulit sama halnya ketika kamu menemukan aku. Hari ini, tepat tanggal 28 Januari...
< >