+ -

Pages

Jumat, 31 Januari 2014

Dan Pagi Takkan Terisi Lagi..

Akhirnya malam tiba jugaMalam yang kunantikan sejak awalMalam yang menjawab akhir kitaInikah akhir yang kita ciptakan
Lihat, aku seolah menjadikan lagu yang sering kau putar dan kau dendangkan akhir-akhir ini menjadi kenyataan. Lagu yang juga kudengarkan sebelum dirimu namun tidak begitu kumaknai artinya. Ternyata pertemuan semalam benar-benar akhir dari kita, malam yang kau tunggu-tunggu sejak awal. Ternyata ini akhir dari perjalanan panjang yang kita lewati bersama. Berulang-ulang kau putar lagu ini di mobilmu di sepanjang perjalanan yang bisu sampai akhirnya aku tersadar itu semacam "kode" darimu. Entah itu cuma perasaanku saja.
Dan pagi takkan terisi lagiLonceng bertingkah sebagaimana mestinyaMembangunkan orang tanpa membagiSedikit asmara untuk memulai hari
Walau sebelum-sebelum inipun tidak pernah ada ucapan selamat pagi darimu, kali ini tetap rasanya beda. terasa lebih kosong. Tidak ada lagi semangat. Mataku terasa berat untuk membuka dan bertemu dunia. Masih belum sanggup menerima bahwa ini adalah nyata. Serasa ingin tidur dan bermimpi saja seterusnya dan bangun dalam keadaan sudah bisa menerima semua.


Tidurlah..Malam terlalu malamTidurlah..Pagi terlalu pagi


Entahlah, sampai kapan airmata akan berhenti dan kehabisan alasan untuk keluar dari persembunyiannya. Kemarin-kemarin alasannya karna hati terlalu haru dengan kehadiranmu, sekarang alasannya hati sedang kering, butuh dibasahi airmata agar lebih sejuk dan tenang. Terlalu banyak persediaan air semacam musim hujan. Tak tahu pagi, tak tahu malam, tak tahu waktu, tak tahu tempat. Kehilangan kamu seseorang memang menyakitkan..



Payung Teduh/Tidurlah
5 Catatan...: Januari 2014 Akhirnya malam tiba juga Malam yang kunantikan sejak awal Malam yang menjawab akhir kita Inikah akhir yang kita ciptakan Lihat, aku seolah...

Kamis, 30 Januari 2014

Seandainya lagu Geisha benar-benar bisa melumpuhkan ingatanku tentang kamu, aku tidak akan mau menyanyikan lagu itu. Bisa-bisa aku kehilangan separuh 2012 dan seluruh 2013 serta awal 2014 yang indah. Karna setiap moment sepanjang tahun-tahun itu selalu ada kamu dibalik senyumanku. Oh, tidak..
5 Catatan...: Januari 2014 Seandainya lagu Geisha benar-benar bisa melumpuhkan ingatanku tentang kamu, aku tidak akan mau menyanyikan lagu itu. Bisa-bisa aku kehilang...

Selasa, 28 Januari 2014

Sekedar Ramah Tamah.

Kamu pernah bilang, meninggalkan aku adalah hal tersulit sama halnya ketika kamu menemukan aku.

Hari ini, tepat tanggal 28 Januari 2014. Tanggal 28 ke 16 kalinya untuk kita. Secara sepihak, aku tetapkan kita sudah tidak lagi menjadi dua orang yang bisa merajut mimpi bersama untuk hari esok. Setelah seharian kutunggu-tunggu kabarmu, kutunggu-tunggu balasanmu yang sampai detik ini tak juga ada. (aku pikir, sekarang tak sesulit dulu lagi yang harus menunggu berhari-hari hanya untuk mendapatkan balasan surat. semua serba on-line. Satu sentuhan di smartphonemu tak akan menguras tenaga). Kusimpulkan kau tidak lagi peduli padaku, urusanku, bahkan urusan kita. Entah kau berubah, atau itulah dirimu sebenarnya yang tidak kuketahui.  Jangan salahkan aku jika mengambil kesimpulan sendiri.

Tidak ada yang ingin dilahirkan untuk jadi parasit dalam hidup orang lain, termasuk aku. Terlebih dalam hidupmu dimana kamu adalah orang yang spesial untukku. Benar memang angkat kaki adalah perkara sulit, tapi bukan berarti aku tidak bisa melakukan itu. Aku bisa dan akan mencobanya, Kamupun akan melakukannya. Segera.

Aku tau aku tak bisa membuatmu bangga dalam beberapa hal yang mungkin harusnya bisa kau temukan dalam diri wanita lain. Kini aku bebaskan kau dalam arti bebas yang sesungguhnya, tanpa syarat ini itu seperti saat kita masih berkomitmen. Kau tak perlu lagi repot-repot menjaga perasaanku untuk melakukan apa yang kau suka, apa yang bergejolak dalam hatimu.

Maaf karna aku tidak pernah memoleskan make-up diwajahku untukmu, maaf aku tidak punya rambut panjang tergerai yang bisa kau elus manja, maaf karna kulitku tidak seputih wanita-wanita barbie disekitarmu, maaf karna aku tidak punya bentuk tubuh profesional. Maaf, saat ini aku kehilangan kepercayaan diri-ku. 

Terima kasih karna tak menghubungiku lagi, terima kasih telah mempermudahku, terima kasih karna akhirnya airmataku punya alasan untuk menetes. Jika saat ini atau nanti aku merindukanmu, itu bukan berarti aku menginginkanmu kembali duduk disampingku dan merelakan pundakmu untuk aku sandarkan. Akan lebih baik untukku duduk sendiri dan bersandar pada tembok ketimbang harus jadi penghalang bagimu untuk mendapatkan apa yang kau inginkan.

Pergilah,
5 Catatan...: Januari 2014 Kamu pernah bilang, meninggalkan aku adalah hal tersulit sama halnya ketika kamu menemukan aku. Hari ini, tepat tanggal 28 Januari...
< >