+ -

Pages

Kamis, 27 Februari 2014

Pada Akhirnya

Pada akhirnya, cinta semacam ini memang tidak akan pernah ada.
Pada akhirnya, cinta seperti ini hanya akan membuatmu terpuruk.

Jangan percaya film, novel fiksi, cerita dongeng, bahkan jangan percaya pada hatimu ketika hatimu mengatakan cinta kalian akan bisa menyatu sempurna dan bisa menerima perbedaan yang semacam ini satu sama lain. ketika posisinya kita adalah orang yang sangat yakin dapat menerima segala macam bentuk perbedaan, tetapi akan ada orang-orang lain disekitar kita, bahkan beberapa dari mereka adalah orang yang kita sayangi pula yang tidak dapat menerima perbedaan semacam ini. Memandang ini sebagai suatu kesalahan yang harus segera diperbaiki, Sesuatu yang janggal dan tidak patut untuk dicoba-coba.

Entah apa pengertian dari cinta itu sendiri, mungkin aku yang belum paham atau memang tidak ada yang bisa mengerti. Entah apa namanya ketika ada yang merasa sakit disaat banyak orang berbahagia karnanya.

Akhirnya bisa dipahami bahwa banyak hal yang tidak mungkin akan mungkin terjadi dalam hidup, kecuali tentang kepercayaan. ketika membantah, maka seluruh hidup akan berubah. semuanya akan berubah.
5 Catatan...: Februari 2014 Pada akhirnya, cinta semacam ini memang tidak akan pernah ada. Pada akhirnya, cinta seperti ini hanya akan membuatmu terpuruk. Jangan p...

Sabtu, 15 Februari 2014

#15 Masa' iya?

Masa' iya setiap sudut kota ini nggak ada tanda yang tidak melekatkan kenanganku sama kamu?
Masa' iya tiap tempat yang kudatangi selalu ada kamu dan aku yang sedang tertawa?
Masa' iya nggak ada yang bisa diajak cerita tentang serunya film yang habis ditonton barusan?
Masa' iya nggak ada gitu yang bisa dicemburuin selain kamu?
Masa' iya nggak ada yang bisa bikin aku jadi cewek sabar selain kamu?
Nggak ada, gitu?
Masa' iya..
5 Catatan...: Februari 2014 Masa' iya setiap sudut kota ini nggak ada tanda yang tidak melekatkan kenanganku sama kamu? Masa' iya tiap tempat yang kudatangi ...

Jumat, 14 Februari 2014

#14 Semoga ini (bukan) yang terakhir


Bertemu lagi 
dan menghabiskan hari 
dengan status teman baik
 seperti dulu lagi, rasanya lucu. 
 rasanya kayak digigit nyamuk. 
Hari dimana 
kebiasaanmu tidak kutemukan 
kebiasaanmu tiap bersama denganku
"Not, bunyiin jari-jari Abang".
HAHAHA

But, It's okay. 
Kita akan baik-baik saja 
untuk sekarang, 
sampai ada nanti waktunya 
kita sadar bahwa 
kita sedang menggenggam pasir.
5 Catatan...: Februari 2014 Bertemu lagi  dan menghabiskan hari  dengan status teman baik  seperti dulu lagi, rasanya lucu.   rasanya kayak digigit nyamuk....

Kamis, 13 Februari 2014

#13 Satu Hari Sebelum 14 datang

13 Februari 2014
Untuk yang merayakan hari kasih sayang.

Sejauh mana persiapan kalian? Selamat menikmati satu hari yang menjadi lambang dari seluruh hari-hari bahagia yang kalian rasakan. Aku tidak ikut merayakannya. Bagiku hari kasih sayang bisa ada kapan saja aku mau, tanpa harus merayakannya ditanggal 14. Kasih sayang terlalu sempit untuk dikotakkan dalam satu hari.

Selamat merayakan untuk kalian yang merayakan, aku turut berbahagia pula.
5 Catatan...: Februari 2014 13 Februari 2014 Untuk yang merayakan hari kasih sayang. Sejauh mana persiapan kalian? Selamat menikmati satu hari yang menjadi lamba...

Rabu, 12 Februari 2014

#12 Mr. Pleasant, How Are You Today?

Oh Mr. Pleasant, how is Mrs. Pleasant?
I hope the world is treating you right
And your head's in the air and you're feeling so proud
'Cause you're such a success
And the whole wide world is on your side, hey, hey
How are you today?
 
People said Mr. Pleasant is good
Mr. Pleasant is kind, Mr. Pleasant's okay
Mr. Pleasant don't mind
As long as Mr. Pleasant's all right, hey, hey
How are you today?
 
How's your father, how's your mother?
How's your sister, how's your brother?
How's your brand new limousine?
Twenty-four inch TV screen?
Did you like prosperity more than you liked poverty?
Life is easier, so much easier, life is easier now
 
Oh Mr. Pleasant, how is Mrs. Pleasant?
Did you know she was flirting around
With another young man?
And he's taking her out when you have to work late
And it's not so pleasant after all, hey, hey
How are you today?
 
People said Mr. Pleasant is good
(Mr. Pleasant is good)
Mr. Pleasant is kind
(Mr. Pleasant is kind)
Mr. Pleasant's okay
(Mr. Pleasant's okay)
 
Mr. Pleasant don't mind
As long as Mr. Pleasant's all right, hey, hey
How are you today?
 
Mr. Pleasant is good
Mr. Pleasant is kind
Mr. Pleasant's okay
Hey, hey
How are you today?
5 Catatan...: Februari 2014 Oh Mr. Pleasant, how is Mrs. Pleasant? I hope the world is treating you right And your head's in the air and you're feeling so prou...

Selasa, 11 Februari 2014

Senin, 10 Februari 2014

#10 Kenapa Kalian Mengikutiku?

10 Februari 2014.
Kepada lagu-lagu meratap yang selalu terngiang-ngiang ditelingaku.

Telingaku panas. Hatiku panas. Mataku panas.
Di jalan, di rumah, di kafe-kafe, di kantin, di mana saja.

Woy, sudah gilakah?
Untuk orang-orang yang hati dan perasaannya sedang baik-baik saja, lagu-lagu meratap itu adalah biasa. Lain halnya ketika itu terdengar ditelingaku.

Gendang telingaku sakit! hatiku sakit! Kepalaku sakit!
Enyahlah, Enyah!
5 Catatan...: Februari 2014 10 Februari 2014. Kepada lagu-lagu meratap yang selalu terngiang-ngiang ditelingaku. Telingaku panas. Hatiku panas. Mataku panas. Di jal...

Minggu, 09 Februari 2014

#9 Tuan Pendendam

9 Februari 2014

Ini sudah bukan surat cinta lagi, dendammu menutupi semuanya. bukan pertama kali dirimu mendendam padaku. Tuan, cobalah kau positifkan arti dendammu, mendendamlah ketika aku mencintaimu dengan sungguh-sungguh sehingga dapat kau balas dengan mencintaiku dengan lebih dari rasa cintaku padamu. tidakkah terasa lebih indah dendam yang seperti itu? 

Tapi, terserah padamulah. itu hatimu, aku telah lelah mencari celah untuk merubuhkan tembok yang kau bangun didepan hatimu, siapa yang membantumu membangunnya. aku memang belum pernah melihat dan meraba langsung seberapa kokoh dan tingginya tembok berlin yang diceritakan orang-orang, tapi yakinku hatimu telah tertembok oleh dinding setebal dan sekokoh berlin itu. 

aku menyerah. sudah cukup. indah memang indah, jangan tanya seberapa indahnya yang kita lalui bersama selama lama ini, tapi keindahan bisa luntur begitu saja dengan dirimu yang begini. sedikitpun tak berniat lagi hatiku mengenang keindahanmu, yang terlihat hanya burukmu saat ini saja. perlakuanmu padaku terlalu jelas, semacam tulisan yang diukir dengan spidol permanen dipapan tulis. 

kusudahi suratku yang panas ini. teruslah jadi tuan pendendam sampai akhir hayatmu, agar hidupmu tak disinggahi bahagia, aku turut bahagia dengan pilihanmu. selamat!
5 Catatan...: Februari 2014 9 Februari 2014 Ini sudah bukan surat cinta lagi, dendammu menutupi semuanya. bukan pertama kali dirimu mendendam padaku. Tuan, cobalah ...

Sabtu, 08 Februari 2014

#8 Melipat Rindu

8 Februari 2014.

Sore sendu berisi rindu yang melimpah ruah sampai ke tanah yang sulit untuk dibendung dalam waktu lebih lama lagi, bantu aku mengemasinya ke dalam kertas serapi mungkin sehingga indah untuk dibaca dan menyentuh ketika kau bacakan untuk hatimu nanti. Kulipat rapi rinduku, kuselipkan di amplop merah dengan perangko berbentuk hati. Jika telah sampai suratku ini, kecuplah ia. Biar terasa sampai ke hatiku bahwa rinduku telah sampai pada tuannya.
5 Catatan...: Februari 2014 8 Februari 2014. Sore sendu berisi rindu yang melimpah ruah sampai ke tanah yang sulit untuk dibendung dalam waktu lebih lama lagi, bantu ...

Jumat, 07 Februari 2014

#7 Tidak ada surat kaleng.

7 Februari 2014.
Orang yang kukirimi surat kaleng tahun lalu.

Satu tahun sudah, Ibu jari kakiku sudah membengkak terjepit diantara pintu yang tidak bisa kumasuki. Aku tarik saja Ibu jari kakiku, kasihan dia. Biar kuobati dahulu sampai mengempis kembali. Lain kali aku datang lagi, atau sebaiknya tidak lagi kembali ataupun mengintip walau hanya dari kejauhan.

Selamat tinggal.
5 Catatan...: Februari 2014 7 Februari 2014. Orang yang kukirimi surat kaleng tahun lalu. Satu tahun sudah, Ibu jari kakiku sudah membengkak terjepit diantara pintu ...

Kamis, 06 Februari 2014

#6 .

6 Februari 2014.

Lain kali kukirimkan surat yang
lebih panjang dan bermakna dari hari ini.

Terima kasih
5 Catatan...: Februari 2014 6 Februari 2014. Lain kali kukirimkan surat yang lebih panjang dan bermakna dari hari ini. Terima kasih

Rabu, 05 Februari 2014

#5 Ibarat Rumah

5 Februari 2014.
Surat ini sudah terbayang-bayang dalam benakku satu hari sebelum kutuliskan.
Lagi, kali ini aku ingin membahas perihal cinta yang kita punya. 
Katamu sebuah hubungan ibaratkan rumah, kan? Seberapa besar cinta yang kita miliki adalah bayangan seberapa besar rumah yang kita tinggali untuk jangka waktu yang lama. Seperti rumah kita, sebuah rumah kayu yang awalnya kita bangun dengan sederhana, yang indah dan nyaman. Sampai suatu ketika akhirnya rumah sederhana yang kita tinggali atapnya bolong, disaat hujan air merembes membahasi lantai dan akhirnya lantainya pun lapuk. 
Rumah kita sudah tua. Apa yang harus kita lakukan? Seandainya rumah kita masih layak untuk direnovasi, Aku ingin sekali merenovasi rumah yang kita bangun sederhana itu bahkan membuatnya lebih besar lagi dan tentunya lebih lapang dan "permanen". Tapi seandainya menurutmu rumah yang kita punya tidak layak lagi untuk ditinggali, biarlah dirubuhkan saja sampai rata dengan tanah.
Maaf karna aku terlalu sering putus asa dengan rumah kita yang tua dan reot ini. Maaf sering terlontar ucapan 'ingin merubuhkan rumah yang kita bangun ini'. Maaf ucapanku menyinggung dan melukai hatimu. Sudah kusampaikan niat baikku untuk merenovasi rumah kita ini.

Saat ini aku sedang menunggu keputusan darimu, mau diapakan rumah yang sudah kita bangun dan kita tinggali selama beberapa tahun ini. apapun keputusanmu, itulah yang terbaik. Nikmatilah masa liburanmu saat ini, liburan yang jauh dari rumah yang selalu membuatmu pusing dan marah. Biarlah kutunggu dirimu didepan pintu rumah kita sampai kamu pulang dan membawa jawaban yang menyenangkan.

ps: Nanti rumahnya kita cat warna  merah, ya! :)
5 Catatan...: Februari 2014 5 Februari 2014. Surat ini sudah terbayang-bayang dalam benakku satu hari sebelum kutuliskan. Lagi, kali ini aku ingin membahas perihal...

Selasa, 04 Februari 2014

#4 Katanya sih @karmabercerita itu Selebtwit

4 Februari 2014.
Surat untuk selebtwit.
Halo @karmabercerita (yang katanya) selebtwit! Hahaha


Anak kecil yang 6 tahun lalu masih berstatus siswa esempe ngintipin mbak-mbak esema dari bilik warnet sambil nanyain nama friendster sekarang udah jadi selebtwit!

Anak kecil yang 4 tahun yang lalu yang dulunya ngintilin kakaknya sampe milih esema yang sama, sekarang udah jadi selebtwit!

Anak kecil yang dulunya suka jadi temen gosip dan tempat curhat via on-line (dari friendster, facebook, bbm, blog, sampe akhirnya ada twitter) sekarang udah jadi selebtwit!

Anak kecil yang dulunya masih pake seragam sekolah sekarang statusnya udah mahasiswa. Ih, udah gede, selebtwit pulaaa!

Hahaha, terasa cepat sekali waktu berlalu. Anak kecil yang dulu tingginya sebahu aku sekarang udah kebalikannya.

Pesanku untukmu, Wahai selebtwit. Tetaplah jadi dirimu, dengan karaktermu. Walau ada beribu-ribu selebtwit tetaplah jadi dirimu (dalam kata).

Ah.. kalo nggak buru-buru suratku pasti bukan untukmu, Dhe. Hahaha
5 Catatan...: Februari 2014 4 Februari 2014. Surat untuk selebtwit. Halo @karmabercerita (yang katanya) selebtwit! Hahaha Anak kecil yang 6 tahun lalu masih...

Senin, 03 Februari 2014

#3 Doa, Balon Harapan dan Skripsi.

3 Februari 2014.
Halo Dosen Pembimbing Skripsi!

Surat keduaku dibalas oleh Februari, Ia bersedia menemaniku memulai cerita baru. Hari ini Februari menemaniku melewati pagi yang menyenangkan. Usulan penelitian untuk skripsiku akhirnya di-acc setelah beberapa kali gagal bertemu Ibu Ketua Jurusan dan pernah sekali ditolak dan diomelin habis-habis karna (sepertinya) Beliau sedang badmood waktu itu. sempat patah semangat dan malu karna harus diomelin didepan mahasiswa lain dan juga sempat menangis tersedu-sedu di sudut ruangan di jurusan. 

Hahaha..Yap! aku memang cengeng. Tapi sudahlah, itu tak penting lagi. Sekarang hatiku sudah berbunga-bunga lagi, semangatku tumbuh lagi. Teringat do'a di awal tahun kemarin dan menerbangkan balon harapan berwarna merah jambu setelah judul pertama ditolak, mungkin balonku nyangkut di pintu Ibu Ketua Jurusan dan Beliau membaca harapan saya. Memang sih, disitu sampai-sampai saya cantumkan nama lengkap dan NIM saya. hehehe

Awal cerita yang baik, yes?


Teruntuk Bapak dan Ibu Dosen Pembimbing Skripsiku, Mulai besok kita akan lebih sering bertemu. Mohon bimbingannya ya Pak, Buk. Target awal untuk menyelesaikan skripsi ini sekitar 3 bulan. Semoga memang bisa diselesaikan dalam 3 bulan ini ya. Aamiin. Mohon bimbingannya, saya janji akan berikan yang terbaik untuk kita nanti. Saya masih ingin mengabdi di sana dengan status yang sudah bukan mahasiswa lagi tetapi duduk bersama kalian di ruang Dosen jurusan kita Pak, Buk. Doakan saya ya!

Salam Bahagia,


Mahasiswamu.
5 Catatan...: Februari 2014 3 Februari 2014. Halo Dosen Pembimbing Skripsi! Surat keduaku dibalas oleh Februari, Ia bersedia menemaniku memulai cerita baru. Hari...

Minggu, 02 Februari 2014

#2 Mari Memulai Cerita Baru

2 Februari 2014.
Untuk hari kedua dari bulan kedua tahun ini, ini pasti akan lebih baik lagi. Benar, bukan?

Surat pertamaku telah sampai ke penerimanya bahkan telah dibalas dengan singkat dan padat yang dikemas dalam 3 huruf saja tanpa koma ataupun titik ataupun tanda baca lainnya. Membuat haru suasana sampai harus menitikkan airmata. Surat pertama cukup memuaskan.

Baiklah Februari.. mari mengatur nafas dan temani aku memulai cerita baru, cerita yang akan dipenuhi semangat mahasiswa tingkat akhir dalam mengejar masa depan yang cerah yang sangat dicintainya, yang akan dikejarnya sampai kemanapun agar ia bisa mendapatkannya, masa depan yang didahului dengan pedekate lewat yang bernama "Pendidikan".

Biarlah cintaku yang lain sudah terlanjur kandas, masih ada cinta Orang Tua yang tak kenal kandas. Biarlah cinta yang lain seperti air, mengalir menempati ruang. Syukur-syukur apabila ternyata cintaku yang kandas itu masih dijaga olehnya sampai nanti-nanti. Kini kubiarkan hal-hal positif melekat terlebih dahulu, mungkin cintaku yang kandas itu salah satu hal positif yang kemudian dapat mengapung lagi ke permukaan dan melekat padaku, siapa tahu. Iya, siapa tahu saja.

Mari memulai cerita baru denganku, Februari!
5 Catatan...: Februari 2014 2 Februari 2014. Untuk hari kedua dari bulan kedua tahun ini, ini pasti akan lebih baik lagi. Benar, bukan? Surat pertamaku telah samp...

Sabtu, 01 Februari 2014

#1 Berceritalah

Halo, Abang.
Selamat Bulan Februari!

3 hari sudah semenjak tanggal 28 kita yang harusnya jadi 28 ke 16 kalinya untuk kita berdua. Ini Februari yang harusnya jadi bulan penuh kasih sayang untuk siapa saja di dunia. Termasuk aku dan kamu.

Ingat tidak februari 2 tahun lalu? Kamu yang selalu mengeluhkan status jomblomu, yang setiap lampu merah ngintipin spanduk dan banner acara buat mengisi malam minggu. Ingat tidak februari setahun lalu, ketika kamu mengatakan bahwa tiap hari adalah hari valentine ketika kamu menghabiskannya bersamaku. Terima kasih coklatnya waktu itu, dukungan dan semangat darimu lebih manis melebihi coklat manapun. Sekarang, tahun ini, februari ini mungkin akan lebih sepi. Aku sekarang kehilangan kepercayaan diri, Tak lagi berani berjalan-jalan sendiri, rasanya seolah semua orang menatap kasihan padaku.

Kamu tahu bahwa aku cuma butuh diyakinkan, cinta manapun akan layu jika diabaikan. Tidak ada di dunia ini orang yang ingin jadi parasit, begitupun aku. Terlebih lagi dalam hidupmu dimana kamu adalah orang yang spesial untukku. Maaf mungkin selama ini perhatianku membuatmu tidak nyaman, mungkin rasa cemburuku berlebihan dan mungkin aku terlalu ingin tahu urusanmu. Aku juga ingin merasakan hal itu terjadi padaku, ingin diperhatikan, ingin dicemburui, ingin ditanya apa saja kesibukan yang aku jalani.

Cobalah ceritakan padaku.. setidaknya, aku tahu apakah masih ada mimpimu ingin hidup bersamaku. Setidaknya, aku tahu sebatas mana aku bisa berharap cinta yang dulu datang lagu untuk yang kedua kalinya padaku. Aku sudah lelah untuk memulai cinta baru dan kita tahu cinta semacam yang kita punya ini adalah cinta yang butuh perjuangan besar. Setidaknya berilah aku alasan yang kuat yang membuat aku benar-benar harus perjuangkan dirimu.

Sekarang, berceritalah sayang. Seandainya aku tak harus berharap lagi padamu, katakanlah. Dan seandainya masih ada harapan itu, biarkanlah aku tahu seberapa besar harapan itu. Berceritalah sebagaimana biasanya kamu bercerita tentang apa saja padaku, akan kudengarkan dengan seksama.

Berceritalah... Jangan membuatku salah mengartikan ketidak-pedulianmu padaku.
Bicaralah..
5 Catatan...: Februari 2014 Halo, Abang. Selamat Bulan Februari! 3 hari sudah semenjak tanggal 28 kita yang harusnya jadi 28 ke 16 kalinya untuk kita berdua. Ini...
< >